|
karir
|
laporan keuangan
|
kontak kami
HOME
PROFIL
Filosofi Visi ACT
Sekilas ACT
Visi dan Misi
Prinsip Organisasi
PROGRAM
Indonesia Emergency Response
Emergency Resque
Emergency Relief
Emergency Medic
Mobile Social Resque
Indonesia Community Development
Indonesia Recovery
Sehat Indonesia
Cerdas Indonesia
Hijau Indonesia
Mandiri Indonesia
KISS
MRI
DMII
GlobalQurban
MITRA
REKENING DONASI
Ditulis oleh Ugi pada 21-10-2011
Sampel Darah Ipat Akan Diteliti Di Amerika
Fatahiyat alias Ipat, bocah 6 tahun yang memiliki kelainan pada organ kelamin dan kulitnya boleh sedikit berharap. Kepedulian sejumlah pihak melalui ACT membuat penanganan masalahnya terus berlanjut. Dokter akan mengirimkan sampel darah Ipat ke Amerika untuk diteliti.
Anak keempat dari pasangan Linah dan Encim yang tinggal di Warakas-Jakarta Utara ini, lahir secara normal di RSUD Koja-Jakarta Utara pada 8 November 2005. Namun ada keanehan pada diri Ipat. Dia memiliki dua alat kelamin, perempuan dan laki-laki.
Sebelumnya, Ipat juga pernah menjalani pemeriksaan USG di RSCM pada Februari 2010 lalu. Dari hasil USG, kecenderungan kelamin Ipat adalah perempuan. Hal itu terlihat dari organ-organ perempuan yang dimiliki oleh Ipat, seperti rahim.
Kelainan lainnya, di tubuh Ipat terdapat bintik-bintik hitam yang ditumbuhi bulu.
“Saya kaget, waktu lahir kok di badannya ada bintik-bintik hitam. Saya kira itu tanda, tapi kok banyak banget,” ujar Linah.
Ditambahkan Linah, bintik-bintik hitam di kulit Ipat semakin lama semakin meluas, yaitu di bagian kepala, wajah, perut, lengan, punggung hingga paha.
Ayah Ipat, Encim, menceritakan bahwa sebelumnya Ipat sudah pernah menjalani pengobatan di RSCM untuk menangani kelainan di kulit Ipat, namun akhirnya terhenti karena keterbatasan ekonomi orang tuanya. Menurut Encim, walaupun menggunakan biaya dari program pemerintah, namun tetap saja butuh biaya untuk pengobatan Ipat. Bahkan, hasil laboratorium pemeriksaan kromosom yang dilakukan pada tahun 2010 pun hingga tahun 2011 belum diambil oleh orang tua Ipat.
Saat ini, dengan bantuan para dermawan yang disalurkan melalui ACT, Ipat kembali menjalani pengobatan. Namun sebelum diambil tindakan medis, Ipat harus menjalani serangkaian pemeriksaan terlebih dahulu.
Pada Rabu (12/10/2011), tim ACT bersama orangtua Ipat mengambil hasil laboratorium pemeriksaan kromosom di RSCM. Kemudian, Selasa (17/10/2011), Ipat kembali menjalani pemeriksaan, kali ini pemeriksaan di Laboratorium Radiologi RSCM. Hasilnya, diambil oleh orang tua Ipat pada Rabu (19/10/2011) dengan didampingi tim ACT.
Prof. dr. Jose, dokter yang menangani Ipat, menyatakan belum mengetahui jenis penyakit di kulit Ipat. Menurutnya, kelainan kulit yang diderita Ipad termasuk kasus langka sehingga harus dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Bahkan, untuk pemeriksaan selanjutnya, pihak RSCM akan mengirimkan sampel darah Ipat ke Amerika karena keterbatsan alat yang dimiliki RSCM.
Kini, Ipat harus menunggu selama 3 bulan untuk mengetahui hasil tes progesterone yang dilakukan di Amerika. Selain itu, Ipat pun harus menunggu hingga dirinya menstruasi untuk bisa melakukan operasi pengangkatan alat kelamin laki-laki yang dimilikinya. (
Yana
)
Facebook
Twitter
Google Buzz
StumbleUpon
Digg
Delicious
LinkedIn
Reddit
Technorati
Newsvine
Komentar
Nama
Email
Verification Code
Masukkan karakter yg muncul pada gambar diatas.
Huruf besar kecil tidak ada pengaruhnya (no case sensitive).